Archive for April, 2007

Laporan Eksklusif Tim Futsal Ilkomerz 39

Monday, April 30th, 2007

Bertanding tanpa dukungan supporter tidak membuat tim Futsal Ilkomerz 39 gentar terhadap lawan. Anak-anak asuhan Ibunya masing-masing ini datang ke Gymnasium dengan penuh rasa percaya diri. Ilkomerz 39 bermain lebih santai karena tidak terobsesi akan kemenangan, atau dapat dikatakan sadar akan kemampuan fisiknya yang sulit untuk mengalahkan tim lawan yang notabene secara fisik lebih muda dan secara jumlah lebih banyak.

Pada saat pertandingan akan dimulai, jumlah pemain yang tersedia pada tim Ilkom 39 hanya berjumlah 5 orang. Memang sih cukup, tapi kasian banget, dengan jumlah yang pas-pasan (tanpa pemain pengganti) melawan tim Ilkom 40 yang ternyata setelah diselidiki tersusun dari skuad 2 tim, yaitu 40 A dan 40 B. Gila gak tuh!!!! Walaupun begitu keadaannya, orang-orang tua yang udah hampir jompo ini tetap berjuang dengan sekuat tenaga dan nafas.

Formasi agak berbeda dari biasanya. Zae sebagai kiper, Tukul sebagai Bek, Musa & Riza sebagai Midfielder dan KELIK sebagai striker. Aneh kan? Tapi begitulah, namanya juga tim seadanya.

Datang sebagai tim yang kurang diunggulkan, Ilkom 39 langsung menggebrak dari peluit babak pertama dibunyikan. Alhasil, Ilkom 39 unggul 2-0 hingga pertandingan berjalan 10 menit. Kedua gol tersebut dicetak oleh Tukul dan Riza. Efek samping dari strategi menyerang sejak awal babak, nafas para pemain dari Ilkom 39 pun mulai mengempos. Keunggulan dua gol atas Ilkom 40 dibalas dengan 2 gol dari ilkom 40. Ilkom 39 yang semula memimpin 2-0, harus rela imbang 2-2 pada akhir babak pertama.

Menjelang akhir babak pertama, ilkom 39 mendapatkan suntikan tenaga baru. Excom datang…. Dan pada awal babak kedua, tambah satu pemain lagi, yaitu Mas Ifnu yang merupakan perwakilan dari tim ilkom 38 pada tim ini. Alhamdulillah..

Cadangan nafas tim Ilkom 39 makin menipis pada babak kedua, sehingga tim ini tidak dapat mempertahankan kondisi imbang 2-2. Dengan perjuangan yang gigih, tim Ilkom 40 berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-5. Ilkom 39 yang sudah kehabisan nafas dan membutuhkan nafas buatan ini pun tak mau menyerah begitu saja. Ilkom 39 berusaha mengejar ketinggalan dengan serangan demi serangan yang membuat tim lawan harus berjibaku melindungi gawangnya dari derasnya serangan ilkom 39. Hasilnya, Ilkom 39 menambah perolehan golnya menjadi 4-5. Namun usaha untuk mengejar ketinggalan harus dihentikan oleh peluit panjang, tanda pertandingan harus berakhir.

Hasil ini cukup membuat tim Ilkom 39 puas, karena dengan keterbatasan SDM, tim ini dapat memberikan perlawanan yang sengit. Dan syukur Alhamdulillah tidak ada pemain Ilkom 39 yang tergeletak pingsan di lapangan hingga pertandingan berakhir.

Demikian laporan pertandingan Ilkom 39 melawan Ilkom 40 A dan Ilkom 40 B dari kejuaraan futsal Himalkom IPB tahun 2007. Untuk informasi tentang hasil-hasil pertandingan lainnya, Anda dapat menghubungi panitia di no: 08xxxxxxxxx.

Temporary Internet Connection

Wednesday, April 18th, 2007

Alhamdulillah wa Syukurillah… Akhirnya bisa juga ngerasain ngenet di kantor meskipun hanya sementara. Dua hari ini kebetulan gw pindah kantor ke gedung Total di seberang Mall Taman Anggrek tuk ambil (donlot) data untuk di-migrasi-in ke sistem baru.

Ternyata uuueeeennnnaaaakkk tenan di sini. Dah bisa denger lagu,… ngenet,… keluar masuk sesuka hati,… pokoke bebas deh. Walaupun cuma dial-up connection via CBN, lumayan lah buat ngisi waktu kosong. Daripada bengong, trus kesambet…. (iiihhhh ngeriiii), mending menyalurkan bengong dan pusing lewat browsing n’ chatting.

Hehehe …

n_n’

Friends, where are you?

Wednesday, April 18th, 2007

Weleh…weleh…gak kerasa dah sekitar 8 tahun gw lulus dari SMP tercinta. Dan selama itu pula gw gak pernah ketemu temen2 genk SMP dulu. Kayak apa ya? Yang pasti dah banyak banget yang berubah. Mulai dari tampang, style, sifat, ampe kebiasaan sehari-hari. Meskipun semuanya berubah, tapi persahabatan gw gak akan pernah berubah.

Gw bener-bener kangen banget sama masa-masa SMP dulu. Kayaknya gak akan ada habisnya klo inget masa-masa itu. Yang masih pada katro, ndeso, cupu, kocak, badung. Maklumlah, namanya juga anak baru Gde, masih labil, serba ingin tahu dan juga sok tahu. Tapi justru disitu serunya.

Pengen rasanya ketemu lagi sama temen-temen SMP, mengenang masa-masa lalu, bertukar kabar, dan saling bertukar cerita tentang perjalanan hidup yang telah dijalani hingga saat ini. Aduh seruuuuuunya…kapan ya? Sekarang gw masih berusaha tuk kumpulin temen-temen kelas waktu SMP dulu. Susah sih, tapi gw yakin keinginan yang kuat dapat mengatasi berbagai masalah yang ada. Mulai dari nginget daftar absen kelas, kumpulin no telpon temen-temen, bikin acara, de-el-el.

Hingga kini gw masih berharap acara ini bakal sukses dan berjalan lancar. Gw juga berharap bisa ngeliat lagi muka temen-temen gw sekarang yang mungkin dah bikin gw pangling. Friends, I miss u all… :)

Hari lahir = Hari Ultah

Wednesday, April 18th, 2007

Menurut gw ini merupakan fenomena yang cukup menarik, yaitu hari lahir sama dengan hari ulang tahun. Fenomena ini terjadi buat yang lahir pada bulan Maret 1984 hingga bulan Januari 1985, akan memiliki hari lahir yang sama dengan hari ulang tahunnya pada Maret 2007 hingga Januari 2008. Hal ini terjadi karena kalendar pada bulan Maret 1984 hingga Januari 1985 sama persis dengan kalendar Maret 2007 hingga Januari 2007.

Percaya? Klo gak percaya, liat aja di kalendar.

Keselek Biji Kedondong

Wednesday, April 18th, 2007

Tahukah Anda Kendondong?

Kedondong adalah buah yang mengandung banyak vitamin C dan memiliki rasa yang cukup asem (Kelik 2006). Buah ini dapat dinikmati dalam bentuk rujak, asinan, ataupun dimakan secara langsung. Buah ini memiliki biji yang keras pada bagian dalam dan mengakar berbentuk serat pada bagian luarnya. Kedondong muda memiliki kulit berwarna hijau agak tua, sedangkan yang tua berwarna agak kecoklatan (seperti sawo). Kedondong merupakan buah favorit gw, walaupun banyak orang gak seneng karena rasanya yang asem banget. Tapi justru disitulah letak kenikmatannya.

Nah, begini ceritanya. Kemarin gw mau makan kedondong. Seperti biasa, sebelum menikmatinya, kulit kedondong dikupas terlebih dahulu. Lalu dipotong-potong (sampai disini belum ada masalah). Sewaktu potongan kedondong yang lezat itu mulai dimakan…mmmm…nikmat sekali. Satu potong…dua..dst hingga pada suatu potongan yang gw makan ternyata ada serat biji kedondong yang ikut terpotong. Klo kecil sih gak masalah. Panjangnya lumayan, sekitar dua ruas jari telunjuk tangan. Kejadiannya hampir kayak duri ikan yang nyangkut di tenggorokan, sakit dan gak nyaman banget. Bedanya klo duri nancep, tapi ini nyangkut. Ketelan gak bisa, keluar juga susah. Pokoknya parah banget deh.

Akhirnya dengan perjuangan yang cukup keras, serta cucuran keringat dan air mata, serat biji kedondong itu ‘rela’ juga keluar dari tenggorokan gw. Alhamdulillah. Untuk dia mau keluar, klo nggak gw bisa tersiksa siang malem.

Tapi kejadian itu gak bikin gw kapok untuk makan kedondong lagi. Malah buat balas dendam sama kedondong, gw makanin aja yang banyak,…biar dia kapok. :p