Ujian Tiada Akhir

BackkomchuteSejak kecil ku selalu menganggap ujian akan berakhir setelah kita menyelesaikannya, sehingga ku termotivasi untuk melaluinya. Tetapi setelah menjalani hidup ini selama lebih dari 1/5 abad, cara pandang ku terhadap ujian berubah. Ujian bukanlah suatu masalah yang harus kita lewati, tapi merupakan suatu tahapan untuk menjadi lebih baik dan persiapan menuju ujian berikutnya yang lebih besar.

Sewaktu sekolah, rasanya senang sekali ketika telah selesai melewati ujian Caturwulan (Zaman dahulu), karena bisa terlepas dari masalah tersebut untuk sesaat. Tak terpikir oleh ku bahwa di depan nanti akan ada ujian yang lebih berat lagi dibandingkan yang sekarang ku lewati. Dan tak pernah terpikir juga bahwa ‘kemerdekaan’ ini bersifat sesaat.

Sewaktu SMA, rasanya senang sekali menjadi anak kuliah. Dari apa yang kulihat, anak kuliah lebih santai, lebih merdeka dibandingkan anak sekolah. Anak sekolah harus belajar sekitar 4 hingga 9 jam selama 6 hari, mulai dari senin hingga sabtu, sedangkan ketika kuliah banyak sekali waktu kosong. "Nikmatnya" ujarku. Namun pandangan itu berubah setelah ku berada di bangku kuliah. Saat kuliah, ujian yang dihadapi lebih berat karena harus pintar dalam mengatur waktu, mengatur hidup, dll. Masalah-masalah itu merupakan ujian yang tidak kita temukan saat sekolah.

Sewaktu kuliah, rasanya senang sekali lulus kuliah nanti. Dalam bayanganku, tiada lagi UTS, UAS, dan tugas-tugas yang selama ini mengisi hari-hari ku. Setelah lulus ku bisa mencari kerja dan mendapatkan uang dari hasil keringat sendiri. Tapi pandangan itu berubah ketika ku berada di pintu kelulusan. Kecemasan akan sempitnya lapangan kerja saat ini dan perubahan status dari mahasiswa menjadi pengangguran sementara terus membayangi pikiran ku. Inilah ujian berikutnya yang akan ku hadapi dan harus ku hadapi.

Begitu pun selanjutnya, ujian akan terus-menerus datang seiring dengan berjalannya hidup. Dan mungkin baru akan berhenti ketika kita ku sudah tidak berada di dunia ini lagi. Itulah ujian, sesuatu yang harus dihadapi untuk naik ke tingkat berikutnya dan untuk menghadapi ujian berikutnya yang lebih sulit lagi. Kini ku sadari bahwa Ujian Tiada Akhir.

Leave a Reply